Tips dan Trik Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mati

Tips dan Trik Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mati

Tips dan Trik Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mati

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Ikan hias unik dari Negara Sakura Jepang, ikan koi memang sudah lama dikenal sebagai ikan yang dapat memberikan kedamaian dan keberuntungan bagi siapa saja yang memeliharanya. Tentu saja, siapa saja ingin mendapatkan keberuntungan di setiap saat. Dengan alasan inilah beberapa orang memelihara ikan koi di kolam depan rumah atau di taman mereka.
Ikan koi adalah jenis ikan hias cantik yang bisa hidup beradaptasi diantara lingkungannya dengan cepat. Namun tak sedikit juga kasus ikan koi yang mati karena ketidakcocokan dengan lingkungan dan habitatnya. Bahkan yang paling ditakutkan oleh para breeder adalah kematian ikan koi yang bebarengan dan dalam jumlah yang banyak, atau dalam satu kolam. Tentu saja ada faktor yang mendasari kematian ikan koi secara bersamaan ini.
Diantara banyak faktor kematian ikan koi, ada dua yang paling membuat takut para breder, yaitu penyakit dan perubahan suhu. Penyakit yang mungkin saja menjangkiti ikan hias koi dan membuatnya cepat mati adalah virus herpes ikan koi atau dikenal dengan istilah KHV. Penyakit KHV ini adalah virus yang berbahaya untuk ikan koi dan bisa menular dengan cepat dari satu ikan ke ikan koi lainnya.
Untuk mengetahui kebenaran matinya ikan koi karena virus KHV atau tidak, alangkah lebih baik untuk dipastikan terlebih dahulu. Hal ini karena pada umumnya, ikan koi yang terjangkit penyakit ini adalah beberapa ikan baru yang datang dan belum dikarantina terlebih dahulu. Selain itu, mutu air dan pH air kolam dan beberapa racun lainnya juga bisa menjadi penyebab kematian pada ikan koi.
Supaya bisa menghindari semua kemungkinan kematian ikan koi diatas, maka para breeder dan pembudidaya ikan koi perlu menyimak Tips dan Trik Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mati.
Perhatikan Gejala Penyakit pada Ikan Koi
Seperti yang sudah diuraikan diatas, salah satu faktor kematian ikan koi bisa terjadi karena penyakit dan virus. Keberadaan dari penyakit dan virus ini bisa dikenali sejak awal dengan mengamati ikan dan gejala-gejala yang mungkin muncul. Breder perlu cermat agar bisa mengenali gejala penyakit ini dan bisa diatasi dengan cepat tanpa menularkan penyakit pada ikan koi lainnya.
Tanda-tanda awal ikan koi yang sakit ada beberapa hal. Pertama, hilang atau berkurangnya nafsu makan si ikan koi. Pada awal terserang virus, ikan akan terlihat lebih malas untuk berenang serta tidak makan banyak. Kedua, pergerakan yang lambat dan banyak diam. Ikan yang hanya diam di dasar kolam dan tidak berinteraksi dengan lingkungannya bisa dicurigai. Ketiga, insang bergerak lebih cepat. Meskipun bergerak lambat, tapi breeder juga perlu memperhatikan insang ikan koi, jika bergerak lebih cepat dari biasanya, maka bisa dikenali bahwa ikan itu sedang berada dalam keadaan tidak sehat.
Pada awal gejala penyakit KHV dan penyakit ikan koi, produksi lendir oleh si ikan akan semakin banyak. Lendir ini akan keluar dari bagian insang ikan koi dan melekat di bagian itu. Tak hanya itu, jika kita menyentuh bagian ekor, dada, dan perut ikan bagian bawah akan terasa kasar seperti berpasir. Ikan dengan kedua gejala ini harus segera ditangani dan dipisahkan dari ikan koi lainnya yang masih sehat.

Hindari Pemicu Timbulnya Penyakit

Tips dan Trik Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mati

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Untuk mempertahankan kesehatan dari ikan-ikan koi Anda, maka itu sebagai breeder perlu menaruh perhatian dan menghindari segala pemicu munculnya penyakit. Ada banyak tipe bakteri yang bisa berbahaya bagi si ikan dan bisa menyerang dengan pemicu tertentu. Seperti asalmonicida, aeromonas, hidriphila, flavobacterium psychophila, dan acavide.
Untuk mencegah terjadinya penyakit, maka sebisa mungkin menghindari munculnya bakteri-bakteri diatas. Caranya adalah dengan menambahkan garam ikan kedalam air kolam, sehingga bisa mencegah secondary diseases.
Tanda utama yang paling sering ditemukan pada ikan koi yang sakit adalah pada saat terinfeksi. Hal ini bisa dilihat dari suhu tubuh ikan yang terinfeksi akan berkisar antara 18 sampai 26 derajat celsius.
Manipulasi Air Kolam
Manipulasi air kolam dilakukan dengan menaikkan suhu air sampai diatas 26 derajat celsius. Hal ini dianggap sebagai salah satu langkah yang bagus untuk menghindari kematian ikan koi dari virus dan bakteri apapun. Naturally immune fish atau memanipulasi suhu air ini sudah dibuktikan oleh para breeder luar negeri. Hasilnya, teknik ini bisa menurunkan kemungkinan kematian ikan koi dari yang tadinya 80% menjadi 5% saja.
Jangan Gunakan Kolam Baru
Kolam ikan yang akan jadi tempat tinggal ikan koi haruslah tempat yang benar-benar bersih dan tidak terkena pengaruh apapun sebelumnya. Untuk penggunaan kolam yang baru jadi tidak direkomendasikan untuk ikan koi, apalagi jika kolam semen. Semen yang digunakan pada saat pembuatan kolam baru ini memiliki kemungkinan masih adanya racun dan zat dalam semen yang bisa mengkontaminasi air kolam nantinya. Terlebih lagi jika baru saja dicat, maka akan berbahaya bagi si ikan koi.
Cara tepat memelihara ikan koi agar tidak cepat mati adalah dengan menggunakan kolam ikan yang sudah didiamkan selama 1 atau 2 minggu, semakin lama semakin baik. Diamkan air ledeng didalam kolam tersebut agar air kolam menyesuaikan dengan suhu dinding kolamnya. Kemudian jangan lupa untuk dialiri dengan airasi dan filter air untuk mempertahankan kualitas dan suhu air kolam.
Jaga Kadar Oksigen dalam Kolam Koi
Oksigen menjadi satu faktor utama keberhasilan pertumbuha ikan koi. Pada umumnya, breeder membuat kolam ikan di area outdoor atau luar ruangan untuk mendapatkan oksigen dengan mudah. Namun, hal ini masih harus tetap menjadi perhatian bagi para breeder karena air kolam bisa kekurangan oksigen sewaktu-waktu.
Kemungkinan ikan koi kekurangan oksigen didalam air masih bisa terjadi meskipun kolam ikan koi bersifat outdoor. Kekurangan kadar oksigen akan berpengaruh pada ikan koi, mulai dari kesehatan, perkembangan, pertumbuhan, kualitas serta gerak-gerik ikan. Filter dan pompa air bisa menjadi salah satu jalan bagi Anda untuk selalu mengalirkan masuk oksigen secara cukup bagi ikan koi dalam kolam.
Karantina Ikan Koi Baru
Sebagai breeder, ada kemungkinan akan menambahkan ikan koi baru untuk menambah spesies ikan koi di kolam. Langkah awal sebelum memasukkan ikan koi baru kedalam kolam adalah dengan melakukan karantina. Karantina ikan baru ini bisa dilakukan di bak terpisah selama beberapa waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Itulah dia informasi yang bisa kami bagikan tentang Tips dan Trik Cara Memelihara Ikan Koi Agar Tidak Mati yang bisa kami bagikan untuk Anda. Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda seputar pemeliharaan ikan koi dengan cara yang tepat. Untuk informasi dan cara budidaya ikan koi yang tepat lainnya, silahkan surfing di website kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *