Sejarah Nishikigoi atau Ikan Koi

Sejarah Nishikigoi atau Ikan Koi

Sejarah Nishikigoi atau Ikan Koi

Sejarah Nishikigoi atau Ikan Koi – Koi yang berasal dari kata “Nishikigoi” atau “NishikiKoi”, yang mempunyai 2 kata yang terdiri dari “Nishiki” yang artinya “Kain bersulam emas atau perak” dan “Koi” yaitu “Ikan Mas atau Ikan Karper”. Koi dalam bahasa Jepang yaitu “Cinta atau Percintaan”.

Sejarah Nishikigoi atau Ikan Koi

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Kebanyakan orang Jepang lebih mengenal Nishikigoi ketimbang Koi, apabila anda bertanya kepada orang Jepang tentang Koi pasti anda akan di tunjukin pada ikan mas yang di konsumsi.

Kenapa sih orang Jepang menyebut Koi itu sebagai Nishikigoi?

Karena koi memiliki pola dan warna yang indah dan beraneka ragam seperti ornamen pada ikan yang mereka pakai.

Sebelum perang dunia ke-2, Nishikigoi sempat populer dengan beberapa nama antara lain : Colored Koi, Flowery Koi, Figured Koi atau Fancy Koi. Akan tetapi selama perang pemerintah Jepang melarang penggunaan kata Colored atau Flowery, dan sejak itu lah nama Koi menjadi “Nishikigoi”.

Koi akhirnya dikenal sebagai sebutan singkat dari Nishikigoi, di Jepang Koi telah mendapat berbagai julukan antara lain : ‘Samurai Fish’, ‘Kokugyo’ dan ‘National Fish’. Ada juga yang yang menjulukinya dengan “The Living Jewels”, “Swimming Jewels”, “King Of Ornamental Fish” dll.

Apakah benar ikan Koi pertama kali lahir di Jepang?

Tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti, darimana Koi ini sebenarnya berasal. Tapi banyak yang percaya bahwa ikan karper biasa (Cyprinus Carpio) awalnya berasal dari Persia dan Asia Barat. Kemudian ikan karper tersebut masuk ke Cina dan Korea melalui transaksi perdagangan atau kemungkinan bersama aliran air alami pada sekitar 1.000 tahun yang lalu. Ikan karper mempunyai warna merah, putih, hitam dan biru. Di Jepang pada sekitar tahun 1.300, Ikan karper kehitam-hitaman ditengarai juga telah dipelihara oleh para petani untuk di konsumsi pada musim panas, yang dinamai Magoi. “Ma” (bahasa Jepang) artinya asli, tulen atau orisinil. Sedangkan “Goi” atau Koi artinya ikan karper warna-warni. Dengan demikian Magoi di yakini sebagai asal usul Koi.

Pengembangan Nishikigoi di Jepang

Nishikigoi di Jepang pertama kali dikembangkan pada sekitar tahun 1820. Varitas perama yang dihasilkan pada waktu itu adalah ‘Hi-Hoi’. ‘Hi’berarti merah (api), Asagi dan Bekko. Sejak saat itulah harga Nishikigoi menjadi semakin mahal. Daerah yang khusus memproduksi Nishikigoi awalanya adalah di desa Nagaoka (sekarang Niigata). Nishikigoi terus dikembangkan dan sampai pada era Dinasti Meiji (1875 M) terciptalah  varitas baru yakni Ki-Utsuri.

Kemudian pada era Taisho (1912-1926), telah diternakkan beberapa varitas lainnya seperti Shiro Utsuri, Ki Utsuri, Taisho Sanshoku dan Kohaku. Pada era dinasti Showa muncullah Ginrin, Ogon dan Kawarimono.

Sejarah Nishikigoi atau Ikan Koi

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Pada sekitar tahun 1900, ikan karper kaca (Mirror Carp) berwarna hitam yang didatangkan dari Jerman. Sesuai dengan namanya, sisik ikan karper kaca ini tidak lengkap atau nyari tanpa sisik dan badannya licin seperti kaca. Konon yang di datangkan 50 ekor, sedangkan yang hidup hanya 5 ekor yaknir 4 ekor betina jenis leather carp (tanpa sisik sama sekali) dan 1 ekor jantan dengan sisik besar (mirror carp) di punggung perut.

Melalui persilangan dengan Koi yang sudah ada itu, maka lahirlah Doitsu Nishikigoi, ‘Doitsu dalam bahasa Jepang artinya ‘Jerman’ (Deutche). Koi yang pertama kali diekspor keluar Jepang pada tahun 1938 ke San Fransisco AS. Kemudian ke Hawai (1947), Kanada (1949) dan Brazil (1953). Lalu Koi dipelihara di seluruh dunia sejak awal tahun 1980 dan kini budidaya Koi telah menjadi industri besar di Jepang.

Koi di Indonesia

Koipertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1981-1982 yang kala itu didatangkan oleh Dragon Feng dan Hani Moniaga, langsung dari Jepang. Sejak saat itu, Koi mulai dipelihara dan makin populer di Indonesia. Setahun sebelumnya pemerintah Indonesia mengirimkan 60 ekor ikan Kumpay (ikan mas dengan sirip panjang) berwarna hijau dan kuning dari daerah Bogor dan Cibalagung (Jawa Barat) kepada Pangeran Akihito untuk disilangkan dengan Koi Jepang.

Sepuluh tahun kemudian Pangeran Akihito mengirimkan kembali ke Indonesia hasil silangan tersebut yaitu sebanyak 50 ekor kumpai silangan yang kemudian disebut Hirenaga Koi. Silangan tersebut terdiri dari Platinum (1982), Kohaku (1993), Asagi dan Shusui (1988) serta Taisho Sanshoku (1989).

Sentra Budidaya Koi di Indonesia

Awal mula budidaya Koi dilakukan oleh peternak ikan di daerah Sukabumi Jawa Barat sekitar tahun 1982. Kemudian pada tahun 1986, ada seseorang petani membawa sejumlah bibit koi ke daerah Blitar untuk dibudidayakan. Sejak saat itulah Koi mulairamai dibudidayakan di kedua daerah tersebut. Popularitas Koi sebagai ikan penghias kolam membuat harganya menjadi makin mahal, sempat menggeser ikan Mas dan ikan Gurami sebagai produk utama perikanan air tawar. Para petani ikan konsumsi kemudian beralih membudidayakan Koi sebagai sumber penghasilan mereka.

Hingga saat ini, sentra budidaya Koi terutama berada di Blitar dan Sukabumi juga di daerah lainnya seperti Banjarnegara, Cianjur, Bandung (Jawa Barat), Klaten, Magelang (Jawa Tengah), Magetan, Kediri, TulungAgung (Jawa Timur) dan daerah lainnya di pulau Jawa.

Kian hari, kualitas Koi yang diproduksi oleh para pembudidaya Koi di daerah tersebut makin meningkat, terutama Koi yang berasal dari daerah Blitar yang telah mampu bersaing dengan Nishikigoi (Koi eks impor Jepang) pada berbagai acara Kontes Koi (Koi Show).

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *