Proses Karantina Terhadap Koi yang Baru Datang

Proses Karantina Terhadap Koi yang Baru Datang

Proses Karantina Terhadap Koi yang Baru Datang

Proses Karantina Terhadap Koi yang Baru Datang – Harap berhati-hati jika ada Koi baru, terlepas dari manapun asalnya dan siapapun penjualnya maka harus diperlakukan dengan benar jangan sekali-kali menganggap sepele Koi yang baru datang , bila tidak ingin memperoleh masalah serius nantinya.

Proses Karantina Terhadap Koi yang Baru Datang

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Mungkin banyak diantara anda yang sudah terbiasa tidak melakukan karantina alias Koi baru langsung masuk kolam, dan Koi sehat-sehat saja. Namun hal ini sangat riskan, sebab Koi yang baru anda beli sesungguhnya dalam keadaan stress sehingga mudah terserang penyakit atau menularkan penyakit kepada Koi-koi lainnya.

Keberadaan Koi baru yang hadir di kolam anda tak jarang menjadi sumber malapetaka yang dapat mengancam keselamatan bagi koi-koi lama. Untuk menghindari terjadinya permasalahan terkait dengan kehadiran Koi baru, maka berikut ini informasinya.

Karantina Koi Baru

Koi yang baru datang, biasanya ditempatkan di dalam kantong beroksigen. Koi tersebut tentu sedang dalam kondisi stres, apalagi Koi baru saja mengalamai perjalanan jauh dan memakan waktu yang lama, terutama Koi import ataupun Koi lokal yang dibawa dari daerah yang cukup jauh dari kota dimana anda berada.

Sepanjang pengalaman penulis, Koi baru yang langsung masuk ke kolam tanpa melalui proses karantina, maka sangat beresiko terhadap keberadaan Koi lainnya. Koi yang baru datang tersebut seringkali berpotensi menimbulkan masalah bagi Koi yang sudah ada. Koi-koi lama yang sebelumnya sehat-sehat saja, ketika Koi yang baru datang sehari kemudian timbul masalah yaitu tertular penyakit. Biasanya tergantung dari kondisi masing-masing Koi, juga penyakit yang ditularkan oleh Koi baru . pada kondisi yang ekstrim, seekor Koi yang baru masuk kolam, bisa saja menularkan penyakit dan membunuh seluruh Koi yang ada.

Memang, dengan melalui proses karantina memerlukan waktu, biaya dan kesabaran. Tetapi hal ini lebih baik dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Apalagi bila Koi-koi anda bermutu tinggi, langka dan mahal harganya.

Mengapa perlu karantina ?

Koi anda mengalami stres ketika berada di dalam kantong plastik meski beroksigen sekalipun. Koi sangat sensitif terhadap ruang gelap dan kadar oksigen dalam air. Bila koi berada di dalam kantong, tentu tidak bisa bergerak bebas dan dengan pasokan oksigen yang terbatas, hal ini menimbulkan kondisi tidak nyaman bagi Koi. Metode transportasi Koi jarak jauh yang umum digunakan memang dengan menggunakan kantong beroksigen. Tak ada cara lainnya sebab ini adalah untuk efisiensi biaya pengiriman bahkan transportasi koi yang diimport dari luar negeri pun dilakukan dengan cara yang sama.

Bila koi stres, maka daya tahan tubuhnya akan menurun, sama halnya seperti manusia. Sebaliknya bila dalam kondisi fit, maka koi mempunyai daya tahan terhadap serangan penyakit dan infeksi. Oleh karena itu, Koi  yang berada dalam kondisi stres, harus dikondisikan terlbeih dahulu untuk membuatnya kembali pada kondisi normal sebelum dimasukkan ke dalam kolam utama.

Tujuan Karantina Koi :

  1. Untuk menurunkan tingkat stres pada Koi
  2. Agar dapat dipantau kondisi kesehatannya
  3. Beradaptasi dengan air kolam
  4. Mengembalikan kondisi koi menjadi normal (fit)

Proses Karantina

Anda tentu harus menyediakan  wadah khusus untuk karantina koi. Pakailah tempat yang tidak terlalu sempit sesuai dengan panjang koi, tetapi juga jangan terlalu luas untuk efisiensin dalam rangka pengobatan jika diperlukan. Boleh menggunakan bak semen, bak plastik atau fibreglass namun sebaiknya menggunakan aquarium (bak transparan), sebab aquarium terbuat dari kaca sehingga lebih mudah mengamati kondisi fisik dan perilaku koi dari luar bak karantina.

Letakkan wadah karantina di tempat yang aman, jauh dari kebisingan sebab koi juga sensitif terhadap suara dan perubahan intensitas cahaya.

Berapa lama proses karantina?

Koi tidak perlu terlalu lama berada di dalam bak karantina bila kondisi koi normal, maka paling lama 1 minggu jika koi sudah terlihat sehat dan sudah bisa dipindahkan ke kolam.

Tetapi  bila secara fisik koi masih tampak sakit maka perlu dilakukan pengobatan, biasanya koi yang buruk kondisi kesehatannya pada hari ke 4 atau ke 5 sejak awal masa karantina akan menunjukkan gejala-gejala sakit, antara lain bediam diri, sisik berwarna kemerah-merahan, timbul bercak-bercak merah terdapat kutu (parasit) yang menempel di badannya. Juga pada ekor terlihat guratan merah atau tanda kerusakan pada siripnya, mata cekung atau tertutup selaput putih dll.

Bila koi makin memburuk kondisinya, maka harus dilakukan diagnosa yang benar terhadap penyakit yang menyerang untuk menentukan obat yang tepat. Pemberian obat harus segera dilakukan untuk mengurangi resiko kematian koi.

Tingkat kepadatan

Jumlah koi di dalam bak karantina jangan terlalu banyakidealnya hanya 1 ekor koi dalam  1 bak karantina. Jangan melakukan karantina 2 ekor koi dalam 1 bak tapi minimal 3 ekor.

Mengapa tidak boleh 2 ekor dalam 1 bak?

Sesuai pengalaman jika melakukan karantina 2 ekior, maka bila salah satu koi mengalami stres berat sehingga menabrak dinding bak atau meloncat-loncat maka koi lainnya juga akan ikut terpengaruh.

Lalu bagaimana jika hanya ada 2 ekor koi yang perlu dirawat dalam bak karantina? Untuk melengkapi jumlah 3 ekor, maka masukkan seekor koi lama yang ada di kolam dengan ukuran yang relatif sama. Jika ada 3 ekor atau lebih dalam satu bak karantina, maka koi akan cenderung lebih tenang, mengingat sifat koi adalah senang berkelompok.

Hal-hal penting yang harus dilakukan dalam masa karantina

Proses Karantina Terhadap Koi yang Baru Datang

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

  1. Menjaga agar suhu air konstan antara 30 – 32o Celsius dengan memasang heater
  2. Koi dipuaskan (tidak diberi pakan) agar tidak mengeluarkan kotoran yang dapat merusak kualitas air.
  3. Tutup rapat-tapat bak karantina untuk mempertahankan suhu air tetap stabil dan sekaligus agar koi tidak meloncat keluar
  4. Jaga kualitas air selama masa karantina lakukan penggantian setiap hari, maksimal sebanyak 20% saja, sebab jika terlalu banyak mengganti air maka dapat terjadi perubahan kondisi air sehingga mengganggu kenyamanan koi.
  5. Bila mempergunakan lampu penerangan sekali lampu telah menyala jangan pernah dimatikan sebab koi cukup sensitip terhadap perubahan intensitas cahaya yang mendadak.
  6. Pakailah obat-obatan yangtepat dan dengan dosis sesuai aturan untuk mengobati koi dari serangan penyakit. Namun jika koi tidak menunjukkan gejala sakit, maka tidak perlu diberikan obat-obatan.
  7. Bila masa karantina telah melewati 14 hari maka heater bisa dilepas dan biarkan selama 2 atau 3 hari dengan suhu air normal. Setelah itu koi siap dipindahkan ke kolam.

Langkah-langkah karantina Koi

  • Persiapkan dan pasang semua peralatan yang dibutuhkan
  • Terlebih dahulu, penuhi bak karantina dengan air kolam jangan menggunakan air baru sebab tujuan karantina adalah agar koi dapat beradaptasi dengan air kolam.
  • Setelah bak penuh nyalakan semua peralatan yang telah terpasang, hingga bekerja sesuai fungsinya.
  • Heater agar dipasang pada suhu 32o C
  • Sebelum suhu air di dalam bak karantina mulai meningkatkan, masukkan koi ke dalam bak karantina
  • Selama masa karantina, koi tidak diberi pakan (dipuaskan). Tujuannya agar koi tidak mengeluarkan kotoran sehingga kualitas air tetap stabil dan terjaga kualitasnya.
  • Jika koi dalam keadaan sehat, maka air di dalam bak karantina akan tetap jernih, meski dalam beberapahari. Bila air menjadi keruh atau berbusa maka dapat dipastikan bahwa koi sedang dalam kondisi sakit dan perlu diberikan obat sesuai dengan jenis penyakitnya.
  • Penggantian air dilakukan setiap hari, maksimal sebanyak 20 %
  • Selama 7 hari pertama, amati perkembangan kesehatannya biasanya koi yang sakit akan mudah diketahuo dari tanda-tanda pada fisik maupun perilakunya.
  • Koi yang masih sakit tetap dirawat di dalam bak karantina sampai sehat kembali.
  • Setelah 7 hari koi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit, maka boleh diberi pakan beberapa butir pellet, hanya untuk tes nafsu makan koi jika dalam keadaan sehat, tentu koi merasa lapar dan segera melahap pakan yang diberikan.

Jika Koi dalam kondisi sehat, maka yang selanjutnya dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Memasuki minggu ke 2, matikan heater agar suhu air menjadi normal
  • Nyalakan extra pump yang berada di dalam kolam, sehingga air kolam dapat mengalir ke dalam bak karantina. Dengan demikian terjadi proses sirkulasi air yang menghubungkan kolam dengan bak karantina
  • Jangan lupa untuk membuka kran A agar air dapat bersirkulasi dari kolam ke bak karantina dan kembali ke kolam. Tujuannya adaalah agar koi yang sedang di karantina dapat langsung beradaptasi dengan air kolam.
  • Pemberian pakan boleh dilakukan namun dalam jumlah yang sedikit saja, sebab bak karantina tidak disediakan fasilitas filter yang cukup memadai
  • Setelah 14 hari dan koi dipastikan dalam kondisi yang benar-benar sehat, maka dapat dipindahkan ke dalam kolam.
  • Jika koi belum mau makan, maka jangan terburu-buru di pindahkan ke kolam, tunggu sampai koi sudah mau makan walaupun sedikit sebagai pertanda bahwa koi sudah sehat dan bisa dipindahkan ke kolam utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *