Populasi Koi dan Kesalahan dalam Memelihara Koi

Populasi Koi dan Kesalahan dalam Memelihara Koi

Populasi Koi dan Kesalahan dalam Memelihara Koi

Populasi Koi dan Kesalahan dalam Memelihara Koi – Memelihara Koi di kolam, sebaliknya dalam jumlah yang sedikit tapi berkualitas. Sebab jika jumlah populasi berlebihan, maka selain membebani kinerja filter kolam juga dapat mengganggu pertumbuhan Koi. Untuk mengetahui jumlah koi ideal yang berada di dalam kolam, dapat digunakan rumus sebagai berikut :

Populasi Koi dan Kesalahan dalam Memelihara Koi

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

( P X L ) / S / 150

P          = Panjang Kolam (cm)

L          = Lebar Kolam (cm)

S          = Size / Ukuran Koi (cm)

150      = Konstanta

Misalnya ukuran kolam 6 M2 yaitu dengan panjang 300 cm dan lebar 200 cm, sedangkan Koi yang ada berukuran rata-rata 30 cm maka perhitungannya adalah

300 x 200 : 30 : 150 = 13,33

Jadi jumlah populasi Koi yang ideal adalah sebanyak 13 atau 14 ekor

Luas dan Kedalaman Kolam

Idealnya luas kolam koi minimal 6 m2 dengan kedalaman 1,2 meter atau minimal 2 atau 3 kali panjang koi, kolam yang terlalu dalam tidak baik untuk koi berukuran kecil sebab semakin dalam kolam maka tekanan dalam air juga makin bertambah besar. Hal ini dapat mengganggu pembuluh darah dan gelembung renang. Untuk kolam pembesaran koi berukuran besar (jumbo) kedalaman kolam bisa lebih dari 2 meter.

Bagi sebagian orang yang percaya dengan Feng Sui angka 9 dianggap sebagai angka hokki . termasuk dalam memelihara koi, maka jumlah koi sebanyak 9 ekor dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Kesalahan Dalam Memelihara Koi

Ada beberapa perilaku para pemelihara koi yang sesungguhnya adalah suatu kesalahan dalam merawat koi, namun masih seringkali dilakukan yaitu :

Populasi Koi dan Kesalahan dalam Memelihara Koi

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

  • Menguras habis air kolam

Karena tak sadar ingin segera melihat air kolam yang bening, maka cara paling sederhana dan seringkali dilakukan yaitu dengan menguras air kolam dan menggantinya dengan air baru. Mengganti air kolam apalagi sampai mengganti seluruhnya, sangat membahayakan keselamatan koi. Ini adalah kesalahan dalam merawat koi yang paling umum terjadi jika hal ini dilakukan maka akibatnya bisa fatal. Mengapa demikian?

Sebab air baru yang dimasukkan ke dalam kolam tentu berbeda kondisinya dengan air kolam yang sudah ada, antara lain tingkat kesadahan (pH), suhu air dan kandungan oksigen yang terlarut di dalamnya dll. Perbedaan kondisi air yang ekstrim dapat menjadi penyebab kematian Koi secara masal. Oleh sebab itu, mengganti air kolam dengan air baru dalam proporsi yang besar hendaklah di hindari. Agar aman, maka lakukan penggantian air maksimal 20%, secara kontinyu misal seminggu sekali atau dua mingguan..

Pasti ada yang bertanya lagi, jika air hanya diganti 20% saja mana bisa air kolam menjadi bening? Kembali pada sebuah prinsip dalam memelihara koi bahwa air yang bening bukanlah ukuran untuk koi dapat hidup dengan sehat. Jika anda ingin mendapatkan air kolam yang bening, maka pastikan bahwa itu adalah hasil dari proses filterasi yanag baik, bukan dengan cara mengganti dengan air baru.

  • Menggantiseluruh media filter sekaligus

Jika kolam telah menggunakan sebuah sistem filterasi maka kesalahan lainnya yang tidak disadari oleh para pemelihara koi adalah ketika mengganti atau mencuci media filter. Media filter yang digunakan selain berfungsi untuk menyaring kotoran koi, juga sebagai tempat persembunyian bakteri nitrifikasi yaitu bakteri yang mampu mengurai ammonia, sehingga tidak lagi berbahaya bagi koi. Untuk diketahui bahwa kotoran koi mengandung ammonia yang dapat mencemari air kolam. Bila tidak di lakukan proses filterasi, maka kandungan ammonia yang tinggi dapat meracuni koi.

Mengganti seluruh media filter lama dengan yang baru, itu sama saja membuang hampir seluruh bakteri nitrifikasi yang ada. Jika bakteri-bakteri tersebut banyak terbuang, maka siapa lagi yang bertugas menetralisir ammonia? Yang terjadi selanjutnya adalah justru kadar ammonia yang larut menjadi tinggi akibat hilangnya sebagian besar bakteri yang menguntungkan pada proses filter biologi.

Penggunaan media filter khususnya batu zeolite dan active carbon atau arang batok kelapa hanya efektip dalam jangka waktu tertentu saja (6 bulan). Setelah itu media tersebut harus diganti dengan yang baru dan dilakukan penggantian secara periodik.

Penggunaan batu zeolite sebagai media filter bersifat sementara khususnya untuk kolam baru, sebaiknya setelah 6 bulan, batu zeolite diangkat dan selanjutnya memanfaatkan fungsi filter biologi dengan mengganti batu ziolite dengan media lainnya seperti bioball, jaring bekas, sikat atau brush sebagai tempat persembunyian koloni bakteri.

  • Memberi pakan berlebihan (Over Feeding)

Melihat koiyang makan dengan lahap adalah sebuah pemandangan yang sangat menyenangkan apalagi koi-koi anda demikian jinak hingga berebut pakan langsung dari tangan anda (hand feeding). Ada juga yang ingin agar koi cepat besar, sehingga diberi pakan dalam jumlah yang banyak. Karena asyik menikmati koi yang sedang berebut pakan, seringkali tak disadari bahwa pakan yang diberikan sudah berlebihan (over feeding). Pemberian pakan yang berlebihan sesungguhnya tak akan mempengaruhi apapun pada pertumbuhan koi, namun justru akan membuat kolam anda tercemar oleh kotoran koi sendiri.

Untuk diketahui bahwa koi hanya efektif menyerap makanan sebanyak 2 – 3% dari berat tubuhnya per hari, selebihnya akan jadi kotoran. Jadi, jika ada yang beranggapan bahwa memberi pakan koi dalam jumlah banyak secara sekaligus dapat mempercepat pertumbuhan koi, maka itu adalah pandangan yang keliru.

Jika anda ingin mempercepat pertumbuhan koi, bukan dengan cara memberi pakan dalam jumlah yang banyak, tapi dengan memberinya makanan yang berkualitas (kandungan protein tinggi). Pemberian pakan, yang diutamakan bukan kuantitas tapi kualitassnya.

Hendaklah selalu diingat sebuah prinsip “Lebih baik memberi pakan koi sedikit-sedikit tapi sering, daripada dalam jumlah banyak secara sekaligus”.

  • Mengikis habis lumut kolam

Karena ingin melihat kolam tampak bersih maka tak jarang para pemelihara koi mengikis semua lumur yang ada sampai benar-benat habis. Hal ini juga suatu kesalahan yang dilakukan dalam merawat koi. Mengapa?

Keberadaan lumut yang menempel di dinding kolam sesungguhnya juga bermanfaat,sebab lumut juga ikut berperan dalam menetralisir Nitrat yang larut di dalam air kolam. Selain itu, lumut juga sebagai pakan alami untuk koi.

Oleh sebab itu, jika ada tumbuhan lumut yang menempel di dinding kolam maka biarkan saja. Kecuali jika jenis lumut yang tumbuh memiliki daun panjang seperti rambut (hair alga), maka boleh lah anda mencukur secukupnya saja. Jenis lumut berdaun panjang tersebut selain dapat menyumbat lobang hisap filter, juga dapat merusak pompa filter.

  • Tidak melakukan proses karantina untuk koi baru

Memang sebuah kebiasaan bagi para pecinta koi yang tak sabar ketika membeli koi baru dan ingin segera melihatnya berenang di kolam. Namun sesungguhnya ini termasuk kekeliruan besar dalam memperlakukan koi baru, sebab tanpa disadari bahwa kondisi koi tersebut terlepas darimana asalnya, tentu masih dalam kondisi stres.

Koi yang berada di dalam kantong plastik beroksigen akan mengalami stres karena merasa tidak nyaman berada di tempat yang sempit dengan sedikit air. Maka dari itu, ketika masih berada dalam kantong koi melompat-lompat seakan ingin membebaskan diri untuk mencari tampat yang lebih luas.

Koi yang sedang stres mudah sekali terserang penyakit. Selain itu jika ada koi baru yang sedang stres dipaksakan masuk ke dalam kolam. Maka hal ini juga akan mempengaruhi koi-koi yang lainnya.

Oleh sebab itu, sebelum koi baru dimasukkan ke kolam utama, sebaiknya dilakukan proses karantina erlebih dahulu, untuk memastikan bahwa koi dalam kondisi sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *