Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi

Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi

Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi

Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi – Penyakit Kutu Jarum ini seringkali menyerang pada ikan Koi, lalu apa sih Kutu Jarum itu? Kutu jarum atau Kutu Jangkar (Anchor Worm) adalah termasuk jenis parasit yang secara fisik bisa dilihat dengan mata telanjang, karena berukuran cukup besar yaitu 1 – 1,5 cm.

Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Mengapa disebut dengan kutu jarum, sebab memang bentuknya menyerupai jarum yang menempel di tubuh koi juga disebut sebagai kutu jangkar, karena hewan ini menancapkan kepalanya ke dalam tubuh ikan dengan menggunakan semacam perangkat mirip jangkar.

Hewan ini sesungguhnya termasuk di dalam kelompok Crustacea (udang-udangan) dengan genus Lernaea. Terdapat banyak spesies hewan ini, namun yang seringkali ditemukan menyerang Koi adalah jenis Lernaea Cyprinacea.

Sirklus hidup kutu jarum tanpa melalui inang perantaradan hidup dengan berpasang-pasangan yang menjadi parasit adalah kutu betina, sedangkan kutu jantan akan mati setelah melalui masa kawin. Kutu betina kemudian masuk ke dalam jaringan tubuh koi dengan cara menancapkan kepala dengan menggunakan organ tubuhnya yang mirip jangkar dengan cara demikian ini, maka kutu jarum dapat menghisap darah dan akibatnya dapat merusak sel-sel koi yang ada di bagian sekitarnya.

Tanda-tanda serangan Kutu Jarum

Seringkali anda melihat ada beberapa koi yang berenang tidak beraturan dan menggesek-gesekkan badannya ke dinding kolam atau tiba-tiba meloncat keluar kolam. Mungkin saja sebagai pertanda bahwa koi anda sedang terkena serangan kutu jarum. Jika kutu jarum sudah menancap pada tubuh koi, maka mengakibatkan radang dibagian sekitarnya dan akan tampak berwarna kemerah-merahan.

Kutu jarum bisa saja menyerang ke seluruh bagian tubuh koi, antara lain di bagian ekor, sirip dan badan koi (dibawah sisik). Pada kondisi yang parah, kutu jarum juga sampai ke bagian insang dan membuat koi mengalami kesulitan untuk bernafas. Bila sudah terjadi kondisi demikian, maka koi akan terlihat lesu atau berdiam diri. Jika tidak segera dilakukan pengobatan maka koi tak akan dapat bertahan hidup lebih lama.

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan

Sebagai upaya pencegahan selain anda harus senantiasa menjaga kualitas air kolam, secara berkala dapat menggunakan dipterex yaitu sejenis insektisida organofosfat yang dapat membasmi kutu jarum dan hama parasit lainnya.

Penggunaan dipterex untuk mencegah timbulnya parasit di kolam Koi di lakukan dalam periode 2 mingguan, tentu dengan dosis yang tepat. Terlebih dahulu bacalah petunjuk penggunaanya.

Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi

Ingin Beli Ikan Koi ?

Caranya Mudah, Langsung saja hubungi nomor Custumer Service yang ada di halaman web ini. Klik Benner di bawah ini.

Jika anda menemukan koi yang terserang kutu jarum, maka yang dapat dilakukan adalah dengan cara mencabut kutu jarum yang menempel pada tubuh koi tersebut dengan menggunakan pinset. Lakukan hal ini dengan hati-hati agar jangan sampai kepala kutu masih tertinggal di dalam tubuh koi, sebab akan menyebabkan infeksi sekunder lainnya. Setelah dilakukan pencabutan, maka akan meninggalkan luka pada tubuh Koi. Setelah dilakukan pencabutan maka akan meninggalkan luka pada tubuh Koi. Oleh karena itu, jangan memberi larutan antiseptik seperti merchurochrome pada bagian luka tersebut untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Pencabutan kutu jarum sebaiknya dihindari jika koi masih kecil atau berukuran dibawah 10 cm. Jangan memaksakan untuk mencabut kutu jarum yang ada, sebab koi yang masih kecil belum memiliki daya tahan yang cukup terhadap infeksi sekunder lainnya.

Koi yang terserang kutu jarum, sebaiknya dipindahkan ke bak karantina dalam rangka pemantauan kondisi koi selama masa pengobatan.

Pengobatan

Untuk pengobatan bisa menggunakan dimilin. Bagi pehobi koi, tentu tak asing lagi dengan dimilin. Dimilin dipercaya sangat ampuh untuk memberantas berbagai jenis parasit krustasea copepoda seperti Lernaea (Anchor Worm), Ergasilus (belatung insang), Argulus sp. (Kutu ikan). Dll. Penyakit Kutu Jarum (Anchor Worm) Yang Terjadi Pada Koi

Dosis

Dosis yang dianjurkan adalah 1 gram/1 ton air

Masa pengobatan selama seminggu

Perawatan kedua 10-14 hari tergantung ketahanan parasit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *