Kembangkan Kualitas Koi Indonesia Menteri Susi Didesak Batasi Impor Ikan Koi Reject

Kembangkan Kualitas Koi Indonesia Menteri Susi Didesak Batasi Impor Ikan Koi Reject

Kembangkan Kualitas Koi Indonesia Menteri Susi Didesak Batasi Impor Ikan Koi Reject

Impor Ikan Koi  –  halo para pecinta ikan koi.  Untuk Anda para pecinta ikan koi  pasti sudah mengerti jika ikan koi saat ini sudah merupakan bagian dari budaya bangsa Indonesia. Hal ini karena Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembang biakan ikan koi.

Kembangkan Kualitas Koi Indonesia Menteri Susi Didesak Batasi Impor Ikan Koi Reject

 Hal ini senada dengan yang ada dengan prestasi dan para petani ikan koi yang ada di Indonesia. Petani ikan koi di indoensia bahkan berhasila menghasilkan ikan koi  dengan hasil produksi para petani mulai dari ukuran 0-30 centimeter. Dan ini sangat menarik karena hasil ikan koi dari petani Indonesia ini  merupakan yang terbaik di dunia.

Dan hal ini pun pun juga di amini oleh Presiden komunitas pecinta ikan koi tingkat internasional yakni Zen Nippon Airinkai (ZNA) Chapter Bandung Hartono Soekwanto menyatakan, bahwa saat ini di Indonesia sudah banyak tumbuh petani yang membudidayakan ikan koi. di Indonesia sendiri juga sudah banyak daerah yang menjadi pusat budidaya ikan koi di Indonesia. Beberapa daerah seperti Blitar, Tulungagung, Sukabumi bahkan telah menjadi basis petani ikan koi di Indonesia.

Perlu Anda ketahui juga kualitas dari ikan koi hasil para petani beberapa daerah tersebut , menurut Zen Nippon Airinka  sangat baik. Terutama pada ikan koi berukuran 0-30 centimeter. Pada ukuran  ini , bahkan menurutnya ikan koi asal Jepang sudah mampu dikalahkan.

“Delapan tahun lalu, ikan ukuran 0-30 centimeter yang selalu menang saat  kontes dari Jepang. Tiga tahun terakhir ini ukuran 0-30 centimeter ikan koi dari Jepang tidak ada yang menang. Semua dari petani lokal, seperti Tulungagung, Blitar dan Sukabumi,” ucap Hartono saat ditemui di Gran Ball Room Sudirman, Kota Bandung, pada hari Minggu 15 oktober 2019.

Namuns saat ini, ada satu kehwatiran yang dirasakannya bahkan oleh para pecinta koi tanah air. Salah satunya adalah dengan banyaknya ikan koi impor asal Jepang yang masuk ke Indonesia dengan kualitas jelek.

Kondisi ini, tentu akan mengancam kualitas ikan koi hasil produksi para petani lokal. Oleh karena itu dia meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bisa lebih memperhatikan hal ini.

“Saya ingin sampaikan ke Ibu Menteri Susi, sekarang ini marak sekali ikan dari Jepang yang reject. Masuk ke Indonesia dengan sertifikat Jepang tapi kualitas jelek sekali. Ini mengganggu petani ikan koi Indonesia,” Jelasnya.

Hal ini karena sekarang Indonesia butuh ikan koi dengan kualitas baik. “Indonesia butuh ikan-ikan bagus untuk meningkatkan kualitas kita. Karena potensi ikan koi Indonesia ini luar biasa,” ujarnya.

Untuk menghasilkan ikan koi dengan kualitas terbaik Salah satu upayanya dengan mengenalkan dan merangsang petani ikan koi bisa berkembang dan pihaknya menggelar kontes ikan koi.

 Dalam rangka 20 tahun ZNA Chapter Bandung digelar kontes ikan koi yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan jumlah ikan terbanyak mencapai 4.467 ekor.

Karena banyaknya ikan yang ikut dalam kontes tersebut menjadi bukti Indonesia memiliki potensi yang baik dalam pengembangan ikan koi. Bahkan sejumlah juri kelas dunia dari berbagai negara terlibat dalam acara tersebut.

“Kami klub penghobi, memberikan bibit-bibit ke mereka para petani. Juri-juri terbaik juga hadir di sini. 4.467 ikan ini sangat luar biasa. Kami bangga dan terima kasih. Tanpa ada dukungan kita tidak bisa apa-apa. Sebagai klub kita menyatukan kepentingan untuk berbagi rasa, tujuan kita meningkatkan standart hidup petani koi di Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *