Aerasi Pada Kolam Koi dan Penempatan Aerator yang Benar

Aerasi Pada Kolam Koi dan Penempatan Aerator yang Benar

Aerasi Pada Kolam Koi dan Penempatan Aerator yang Benar

Aerasi adalah suatu proses penambahan udara / oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke dalam kontak yang dekat, dengan cara menyemprotkan air ke udara (air ke dalam udara) atau dengan memberikan gelembung-gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air (udara ke dalam air). Sumber lain menjelaskan bahwa aerasi adalah suatu proses atau usaha dalam menambahkan konsentrasi oksigen yang terkandung dalam air kolam, agar proses oksidasi biologi oleh mikroba akan dapat berjalan dengan baik.

Aerasi Pada Kolam Koi dan Penempatan Aerator yang Benar

Dalam melakukan proses Aerasi ini perlu menggunakan alat yang dinamakan aerator. Prinsip kerja alat ini adalah untuk menambahkan oksigen terlarut di dalam air tersebut. Kemudian yang menjadi tugas utama dari aerator ini adalah memperbesar permukaan kontak antara air dan udara

Penempatan lokasi aerator yang tepat pada kolam disinyalir selain menyediakan kebutuhan oksigen, juga berfungsi untuk menggerakan air supaya kotoran tidak mengendap. Dengan pergerakan air ini, maka kotoran yang berada di sekitarnya ikut terdorong tidak mengendap di lokasi tertentu. Pemasangan aerator haruslah menggunaan batu yang menghasilkan gelembung oksigen yang lembut. Semakin kecil gelembung yang dihasilkan dalam jumlah banyak, semakin baik kualitas oksigen yang terlarut dalam air. Tentunya hal ini dapat diperoleh dengan kekuatan dorongan dari mesin yang berdaya besar.

Kedalaman kolam ikan koi akan berpengaruh terhadap daya dorong aerator. Semakin dalam kolam maka tekanan airnya tinggi, sehingga dibutuhkan pula aerator yang berdaya besar. Untuk kedalaman kolam sampai 1 meter, bisa digunakan aerator berdaya kisaran 20-40watt, namun untuk kedalaman kolam sampai 2 meter maka kebutuhan aerator mestilah yang memiliki daya 60-80watt.

Prinsip kerja aerasi ini akan menghasilkan gelembung dengan dorongan ke atas, dan menarik arus air dari arah samping dan bawahnya. Semakin besar dorongan ke atas, maka pusaran yang terbentuk juga semakin besar. Oksigen terlarut yang dihasilkan juga semakin banyak dan sangat baik untuk kebutuhan koi dan ekosistem yang terbentuk di kolam.

Dengan kualitas aerasi yang baik, ikan menjadi lebih fit, sehat bugar tidak mudah terserang penyakit. Koi kesayangan tumbuh dengan ideal karena asupan komponen penting dalam kehidupannya terpenuhi dengan optimal. Tentunya hal ini adalah dambaan dari setiap pecinta ikan koi. Aerasi Pada Kolam Koi dan Penempatan Aerator yang Benar

Oksigen terlarut dalam air (Disolved Oxygen/DO) kolam Koi tidak hanya bermanfaat bagi ikan koi sendiri tetapi juga bermanfaat bagi mikroorganisme yang mengurai amonia menjadi nitrit dan nitrate. Oksigen dapat diperoleh secara alami maupun dari aerator buatan yang dipasang pada filter atau kolam.

Mengapa proses aerasi itu sangat penting diperlukan di dalam kolam anda? Sebab kolam koi adalah sebuah tempat yang dibangun untuk memelihara koi, tentu sebisa mungkin menyerupai kondisi pada habitat aslinya. Habitat asli koi adalah sebuah danau yang luas. Meski tanpa adanya aerator, namun alam telah menyediakan semua kebutuhan dan memberi keseimbangan yang sempurna bagi kehidupan koi.

Karena permukaan danau yang luas, maka tingkat konsentrasi oksigen yang larut dalam air sangat tinggi. Tidak seperti demikian halnya dengan kondisi di kolam anda, yang mana permukaan air yang ada di kolam tentu  tidak seluas danau. Oleh sebab itu, perlu ditambahkan aerator yang berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen yang terlarut di dalam air kolam anda.

System Aerator kolam koi – oksigen terlarut dalam kolam ikan koi bukan sekedar untuk ikan koi sendiri namun juga berguna untuk mikroorganisme yang mengurai anomia jadi nitri serta nitrate. Aerasi Pada Kolam Koi dan Penempatan Aerator yang Benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *